Terkadang pertemanan itu sulit untuk diartikan sebagai temen. Saling menjaga perasaan satu sama lain, menjaga agar arti teman itu tak salah dipandang orangpun penting juga. Untuk tak menyakiti perasaan dimana mungkin didalam candaan terselip sindiran yang tak mengenakan hati. Dimana dalam tangisan terselip kebosanan. Teman, maafkan temanmu ini yang mungkin selalu merepotkanmu. Teman, kau adalah teman yang ku harapkan tak bosan-bosannya mendengar ceritaku. Teman, mau kah kau menjadi teman ku untuk menjadi konsultan pribadiku ?
Teman, aku harap tak terselip kata bosan dalam tangis curhatku, tak terselip sindiran yang tak mengenakan hatimu dicandaanku. Teman, teman yang entah dimana keberadaanmu sekarang. Aku harap kata teman kita tak hanya ada dalam ketikan saja. Teman, aku harap tak ada kata bosan untuk saling bercerita.
Aku temanmu
Kamu temanku
Kita teman dan akan menjadi teman. Walau hanya untuk ketikan atau telpon singkat saja. Semoga pertemanan kita tak disalah artikan orang yang tak mengenal kita.
Konsultan pribadi sekaligus orang yang berarti dalam hidupku. Temanku
Selasa, 15 Oktober 2013
-Temanku-
Senin, 14 Oktober 2013
Puisi Untuk Sahabat
Sahabatku...
Seberat apapun masalahmu
Jangan pernah berlari darinya
Ataupun bersembunyi
Agarku tak akan bertemu dengannya
Atau agar kau bisa menghindar darinya.
Karna sahabat...
Seberapa jauhpun berlari
Dan sedalam apapun kau bersembunyi
Dia pasti akan menemanimu
Dalam sebuah episode kehidupanmu
Sahabatku...
Alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
Persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
Dan mengkilatnya lantai nuranimu
Hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
Ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
Ditambah sedikit pengamanan keteguhan.
Sahabat...
Dengan begitu sepulangnya ia dari rumahmu akan kau dapati dirimu menjadi sosok yang tegar.
Langganan:
Postingan (Atom)