Hampir saja kebodohan itu ku lakukan
Hampir saja ketidak pantasan itu kuperbuat
Ketika air mata ini mengartikan sesuatu
Tandanya hati ini tak lagi bisa menahan perih
Perih yang kau goreskan
Sengaja kau goreskan dihatiku.
Mengapa ?
Teganya kau berbuat sekasar ini padaku. !
Apa kau lupa kau dilahirkan dari rahim seorang wanita ?
Buka mata mu !!
Buka pikiranmu !!
Jangan kau sia-sia kan hati ini
Jangan kau biarkan aku menangis
Jangan kau biarkan aku bersedih
Karna aku mencari senyum dan kebahagiaan bersamamu
Bukan mencari luka yang sama,
Tuhan, jaga hati ku
Tak mau lagi aku berikan hati ini kepada orang lain
Akan kubiarkan hati ini bebas melayang diangan-angan terdahulu
Pergi bersama indahnya kenangan kita
Kamu bukan orang pertama yang menyakitiku
Tapi semoga saja tuhan menjadikanmu luka terakhir dihatiku
Aku yakin, sangat yakin
Tuhan punya rencana yang sangat indah
Untukmu
Untukku
Dan untuk kita
*dari gadis yang memimpikan kebahagiaan*
Senin, 30 September 2013
'Impianku'
Selasa, 24 September 2013
~ Kisah Mahar Paling Mulia ~
Penyusun: Ummu Ishaq
Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal dengan nama Ummu Sulaim.
Siapakah Ummu Sulaim ?
Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.
Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???
Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata, “Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.
Kisah ini menjadi pelajaran bahwa mahar sebagai pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesuatu yang perlu kalian tahu wahai saudariku, berdasarkan hadits dari Anas yang diriwayatkan oleh Tsabit bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “Aku belum pernah mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.” (Sunan Nasa’i VI/114).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang kita untuk bermahal-mahal dalam mahar, diantaranya dalam sabda beliau adalah: “Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)
Demikianlah saudariku muslimah…
Semoga kisah ini menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan menjadi jalan untuk meluruskan pandangan kita yang mungkin keliru dalam memaknai mahar. Selain itu, semoga kisah ini menjadi salah satu motivator kita untuk lebih konsisten dengan keislaman kita. Wallahu Waliyyuttaufiq.
Maraji:
1. Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z” (Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq),
2. Wanita-wanita Teladan Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Mahmud Mahdi Al Istanbuli dan Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi)
Sabtu, 21 September 2013
'Karunia Allah'
Saat ini mungkin kau berfikir, apa yang aku rasakan sayang yang sebenarnya atau hanya kekaguman semata..
Tapi cinta yg sebenarnya adalah cinta karna kagum pada Allah yg tlah menciptakan manusia seindah kau, yang bisa menerima ku apa ada nya.
Yang bisa sabar atas tingkah anehku, yang mendidik dalam agama yang bener, yang slalu menyapa dengan sapaan hangat setiap hari yaa "syg" singkat tapi memiliki arti yg besar yaitu cinta..
Cinta yg tulus yang berasal dari hati; cinta yang Allah berikan kepadamu untuk mencintaiku. Cinta yang membimbing. Karna cinta kita bisa bilang sayang satu sama lain.
Aku sayang kamu.
Aku cinta kamu.
Itu semua karna Allah :)
Rabu, 18 September 2013
'Kepergian Kekasihku'
2 tahun lalu, kita sepakat mengikat hubungan ini kejenjang yang lebih serius. Perencanaan sudah matang, keluargapun menyetujui dan merestui kita. Namun, 5 bulan sebelum akad nikah aku mendengar kabar bahwa kamu dilarikan ke Rumah Sakit. Dengan alasan tidak ingin membuat kita semua sedih ternyata kamu mengidap sakit yang cukup parah, gagal ginjal. Ini benar-benar membuatku sedih, awalnya aku tidak percaya kamu menyembunyikan sakitmu dari aku dari kamu semua dengan sangat rapat. Demi senyum kita semua, itu alasan bodohmu. Pernikahan kita tinggal sebentar lagi sayang, kamu pasti kuat menghadapi ini, aku akan selalu ada disampingmu. Hanya kata itu dan do'a panjang yang kupanjatkan setiap sholat, berharap kamu bisa sembuh.
1 bulan kemudian, tepatnya 24 Februari kamu benar-benar meninggalkan aku, dan semua rencana indah kita. Tuhan, jaga dia disisimu. Do'a, air mata, lamuan setiap hari yang aku jalani sekarang. Merenungkan rencana indah yang gagal, tanpa menatap indahnya dunia. Sekarang, 2 tahun sudah kita terpisah. Aku tahu sayang kamu tidak ingin melihatku menangiai kenangan kita, tapi kenangan-kenangan indah itu terasa ada diatas kepalaku, mengelilingi pikiranku, menusuk hatiku, membasahi pipiku, setiap hari.
Kamu yang terindah...
Kamu yang berbeda dari yang lain
Kamu yang menasihatiku ketika aku salah
Kamu yang menuntunku dengan ajaran agama yang baik
Huft... Seketika air mata ini menetes, sekarang kita sudah terpisahkan. Semoga kamu tenang disana sayang, aku selalu berdo'a yang terbaik untuk kamu, aku, dan kita.
Selamat tinggal, selamat tinggal kenangan indahku.
Kamu akan selalu ada dihatiku.
Aku sayang kamu
I love you ...
'Seperti Karma'
aku melihat sendiri apa yg kau rasakan sekarang,
seperti karma tapi belum separah yang ku bayangkan.
kau. merasa "dia" tak ada waktu untuk mu, apa kau sadar dulu kau tak ada waktu untukku ?
jelas terlihat walau hanya dari status 'whatsapp'
Terlihat dengen perasaan percaya dan tidak percaya, karena terlalu bosan dan terlalu perih perasaanku ini kau bohongi setiap saat..
Karma yang kau rasakan sekarang belum seberapa sayang :')
-penghianatan-
kamu apa yang aku pikirkan
kamu yang menjadi alasan air mata ini
kamu yang terseyum dipenderitaanku
kamu yang tlah bahagia bersama seseorang yang mencurimu dari aku
kamu apa yang menjadikan air mata ini terus menetes membasahi pipi ini
andai bisa memilih
aku tak ingin kenal kamu
aku tak ingin kenal dia yg merebutmu
aku menyesal
menyesal tlah percaya pada kebohonganmu
menyesal menangisi apa yang tak menangisiku
menyesal berkata sayang pada orang yang tak sayang padaku
jujur aku terluka
aku merasakan perih
perih yang belum sembuh lukanya
luka dihati
yang tergores oleh tingkah bodohmu dengannya
sayang,
kata terindah yang kau ungkap untukku
kini kau ungkapkan pula untuknya.
Untuk dia yang merampas kebahagiaanku
untuk dia yang merampas senyumku
aku dan kamu
manusia yang belum bisa disatukan
aku dan kamu
telah berpisah
karna kehadiran dia
luka ku belum sembuh sayang
air mata ku belum kering
sayang,
aku benci itu
benci kau panggil sayang setiap hari
tapi ternyata kau melukai kata sayang itu sendiri
pergilah.
Pergi bersama dia,
bahagialah kalian yang tlah menyakitiku
luka ini masih ada,
sampai aku benar-benar melihat sendiri karma yang kau dapat nantinya
selamat malam sayang.
Selamat malam kenangan indah
selamat malam luka.
Aku tenggelam dalam luka ini sendiri.
sendiri bersama bayangan masa lalu.