Rabu, 18 September 2013

-penghianatan-

Tkamu apa yang aku tulis
kamu apa yang aku pikirkan
kamu yang menjadi alasan air mata ini
kamu yang terseyum dipenderitaanku
kamu yang tlah bahagia bersama seseorang yang mencurimu dari aku
kamu apa yang menjadikan air mata ini terus menetes membasahi pipi ini
andai bisa memilih
aku tak ingin kenal kamu
aku tak ingin kenal dia yg merebutmu
aku menyesal
menyesal tlah percaya pada kebohonganmu
menyesal menangisi apa yang tak menangisiku
menyesal berkata sayang pada orang yang tak sayang padaku
jujur aku terluka
aku merasakan perih
perih yang belum sembuh lukanya
luka dihati
yang tergores oleh tingkah bodohmu dengannya
sayang,
kata terindah yang kau ungkap untukku
kini kau ungkapkan pula untuknya.
Untuk dia yang merampas kebahagiaanku
untuk dia yang merampas senyumku
aku dan kamu
manusia yang belum bisa disatukan
aku dan kamu
telah berpisah
karna kehadiran dia
luka ku belum sembuh sayang
air mata ku belum kering
sayang,
aku benci itu
benci kau panggil sayang setiap hari
tapi ternyata kau melukai kata sayang itu sendiri
pergilah.
Pergi bersama dia,
bahagialah kalian yang tlah menyakitiku
luka ini masih ada,
sampai aku benar-benar melihat sendiri karma yang kau dapat nantinya
selamat malam sayang.
Selamat malam kenangan indah
selamat malam luka.
Aku tenggelam dalam luka ini sendiri.
sendiri bersama bayangan masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar